Sabtu, 09 April 2016



 MAKALAH
PROSES BAHASA DAN KOMUNIKASI
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Psikolinguistik
Dosen Pengampu Al Barra Sarbaini, M.Pd




Disusun Oleh
KELOMPOK 3
Eko Widodo                           14116102
Hebby Fathna Sary                 14127692
Zakia Nurhasanah                   14116642

KELAS B
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
2015


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga makalah tentang "Proses Bahasa dan Komunikasi" ini dapat selesai. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Psikolinguistik di program studi Pendidikan Bahasa Arab pada STAIN Jurai Siwo Metro. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Semoga Makalah ini dapat memberi manfaat kepada pembaca, serta menambah wawasan dan memperdalam keimanan kita kepada sang pencipta.
Wassalamualaikum Wr. Wb.









Metro, 09 April 2016
           
                            
        Kelompok 3




BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN BAHASA
            Bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk berkomunikasi. Para pakar linguistik biasanya mendefinisikan bahasa sebagai “ suatu sistem lambang bunyi yang bersifat arbirter”.[1]
            Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
            Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
           Dengan bahasa, manusia bisa memberi nama kepada segala sesuatu, baik yang terlihat maupun tidak. Semua benda, pekerjaan, dan lain-lain yang abstrak bisa diberi nama. Dengan begitu, segala sesutu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpan, menjadi tanggapan ddan pengalaman kemudian diolah (berfikir) menjadi pengertian-pengertian.
                        Jadi, bahasa adalah alat interaksi atau alat komunikasi di dalam masyakarakat.
B.     PROSES BAHASA
          Dalam KBBI Proses Bahasa adalah alat, bahan, dan prosedur yg dipakai manusia untuk menghasilkan bahasa. Bahasa masuk dalam sistem memori, kemudian bekerja mempenggaruhi program perasaan dan pikiran yang diteruskan outputnya dalam bentuk ucapan dan perilaku. Otak mengawal gerak lidah, bibir, pita suara, dan sebagainya, agar bunyi bahasa fisik dapat dihasilkan.
            Manusia mempunyai suatu sistem penggunaan bahasa dan psikologi bahasa yang mempelajari cara kerja dari sistem ini. Sistem ini dapat menerangkan misalnya, bagaimana manusia dapat menyampaikan pikiran dengan kata-kata (produksi bahasa) dan bagaimana manusia mengerti “isi’ pikiran atau makna dari suatu kalimat yang diucapkan atau ditulis (persepsi bahasa).
            Jadi, menurut pendapat kami proses bahasa adalah segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami yang disimpan dalam memori otak, kemudian menjadi tanggapan dan pengalaman-pengalaman kemudian diolah (berfikir) menjadi pengertian yang diungkapkan melalui bahasa.
C.    PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari bahasa Latin, “comunis” yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar asal katanya “communis” yaitu “communico” yang artinya berbagi[2]
Menurut kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami.
Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata “communication” atau “communicare” yang berarti ” membuat sama” (to make common). Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama.
Pengertian komunikasi itu sangat bermacam-macam bergantung pendapat setiap orang. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisa pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
Penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
                1.  Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
                2.  Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
                1.  Cakap
                2.  Pengetahuan
                3.  Sikap
                4.  Sistem Sosial
                5.  Kondisi lahiriah
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
D.    PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya.[3] Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder.
a.      Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses komunikasi secara langsung.
b.      Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses komunikasi dengan perantara (technologi maupun non technologi).
Langkah-langkah proses komunikasi:
1. Komunikator memiliki gagasan atau pesan/informasi yang ingin disampaikan kepada komunikan.
2. Komunikator membuat/menyusun sandi-sandi (encoding) untuk menyatakan maksud dalam bentuk kata-kata ataupun lambang.
3. Perkataan dan lambang-lambang (pesan) disalurkan melalui media.
4. Komunikan menguraikan/menafsirkan pesan yang dikirimkan oleh komunikator.
5. Komunikan memberi tanggapan.
Dr. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, MA dalam bukunya menerangkan apabila dua orang berkomunikasi dengan bahasa lisan maka peristiwa yang pertama terjadi adalah peristiwa kejiwaan yang terjadi di otak pembicara. Dia memikirkan apa yang harus dikomunikasikan kepada lawan bicaranya. [4]
Setelah menemukan materi yang akan dikomunikasikan maka dia mulai menentukan jenis kode yang akan digunakan, apabila pilihan jatuh pada kode bunyi maka dia mulai merumuskan kode-kode bunyi untuk materi tersebut. Peristiwa ini terjadi di otak pembicara.
Setelah kode bunyi dirumuskan, peristiwa berikutnya yang akan terjadi adalah peristiwa penuturan bunyi demi bunyi yang terjadi dengan pengeluaran udara dari paru-paru, kemudian membentuknya di pita suara dan memfinalisasinya di makhraj. Peristiwa ini terjadi lewat organ bicara manusia.
Bunyi-bunyi bahasa yang sudah diproduksi oleh organ bicara si pembicara itu langsung menyatu dengan udara atau benda pengantar bunyi lainnya (seperti air dan metal) dan berpindah ke semua penjuru. Peristiwa ini terjadi lewat alam.
Bunyi yang sudah menyatu dengan udara atau benda pengantar bunyi tersebut terpantul di telinga pendengar, lalu segera dikirim ke otak. Peristiwa ini terjadi di telinga pendengar.
Setelah pesan sampai ke otak pendengar, pesan tersebut ditafsirkan, kemudian seterusnya dirumuskan pula materi jawaban yang akan disampaikan. Peristiwa ini terjadi di otak pendengar.
Dengan demikian, terdapat lima peristiwa dalam satu proses komunikasi bahan lisan, seperti:
1. Peristiwa Kejiwaan Pembicara
2. Peristiwa Penuturan Bunyi
3. Peristiwa Perpindahan Bunyi
4. Peristiwa Penerimaan Bunyi
5. Peristiwa Kejiwaan Pendengar Gambar Proses Komunikasi Lisan



[1] Abdul Chaer, Psikolinguistik Kajian Teoritis (Jakarta : Rineka Cipta, 2009), h. 30.
[2] Rahmat Jalaludin, Psikologi Komunikasi,  (Bandung :  PT Remaja Rosdakarya, 1991),
h. 25.
[3]Ibid. h. 30.
[4]Ahmad Sayuti Anshari Nasution, Bunyi Bahasa: ‘Ilm al -Ashwat al-‘Arabiyah (Jakarta: Amzah, 2010), hal. 10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar