MAKALAH
PROSES BAHASA DAN KOMUNIKASI
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Psikolinguistik
Dosen Pengampu Al Barra Sarbaini, M.Pd
Disusun Oleh
KELOMPOK 3
Eko
Widodo 14116102
Hebby Fathna Sary 14127692
Zakia
Nurhasanah 14116642
KELAS B
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
2015
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan
nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga
makalah tentang "Proses
Bahasa dan Komunikasi"
ini dapat selesai. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi
besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-Qur’an dan
sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Psikolinguistik
di program studi Pendidikan Bahasa Arab pada STAIN Jurai Siwo Metro. Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat berbagai
kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Semoga Makalah ini dapat memberi manfaat kepada
pembaca, serta menambah wawasan dan memperdalam keimanan kita kepada sang
pencipta.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Metro, 09 April 2016
Kelompok 3
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN BAHASA
Bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk
berkomunikasi. Para pakar linguistik biasanya mendefinisikan bahasa sebagai “
suatu sistem lambang bunyi yang bersifat arbirter”.[1]
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1),
memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai
alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang
mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah
rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Dengan
bahasa, manusia bisa memberi nama kepada segala sesuatu, baik yang terlihat
maupun tidak. Semua benda, pekerjaan, dan lain-lain yang abstrak bisa diberi
nama. Dengan begitu, segala sesutu yang pernah diamati dan dialami dapat
disimpan, menjadi tanggapan ddan pengalaman kemudian diolah (berfikir) menjadi
pengertian-pengertian.
Jadi, bahasa adalah alat interaksi atau alat komunikasi
di dalam masyakarakat.
B.
PROSES BAHASA
Dalam KBBI Proses Bahasa adalah alat, bahan, dan prosedur yg dipakai manusia untuk
menghasilkan bahasa. Bahasa masuk dalam sistem
memori, kemudian bekerja mempenggaruhi program perasaan dan pikiran yang
diteruskan outputnya dalam bentuk ucapan dan perilaku. Otak mengawal gerak
lidah, bibir, pita suara, dan sebagainya, agar bunyi bahasa fisik dapat
dihasilkan.
Manusia mempunyai suatu sistem penggunaan bahasa dan
psikologi bahasa yang mempelajari cara kerja dari sistem ini. Sistem ini dapat
menerangkan misalnya, bagaimana manusia dapat menyampaikan pikiran dengan
kata-kata (produksi bahasa) dan bagaimana manusia mengerti “isi’ pikiran atau
makna dari suatu kalimat yang diucapkan atau ditulis (persepsi bahasa).
Jadi, menurut
pendapat kami proses bahasa adalah segala sesuatu yang pernah diamati dan
dialami yang disimpan dalam memori otak, kemudian menjadi tanggapan dan
pengalaman-pengalaman kemudian diolah (berfikir) menjadi pengertian yang
diungkapkan melalui bahasa.
C. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari bahasa Latin, “comunis” yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar asal
katanya “communis” yaitu “communico” yang artinya berbagi[2]
Menurut kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI komunikasi adalah pengiriman
dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg
dimaksud dapat dipahami.
Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata
“communication” atau “communicare” yang berarti ” membuat sama” (to make
common). Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai
asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip
Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di
anut secara sama.
Pengertian komunikasi itu sangat bermacam-macam bergantung pendapat setiap
orang. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisa pada prinsipnya dapat
disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih,
yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise),
terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada
kesempatan untuk melakukan umpan balik.
Penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau
kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau
kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator
atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan
sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari
beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan
pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing
mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi
pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan
dengan perkembangan ilmu komunikasi.
D. PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan
dengan komunikatornya.[3]
Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif
(sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga
suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana
seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan
dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico,
communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana
komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan
orang yang menerima pesan.
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat
bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi
bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan
komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi
antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat
dipahami oleh pihak lain.
Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni proses komunikasi secara
primer dan proses komunikasi secara sekunder.
a. Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses
komunikasi secara langsung.
b. Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah
proses komunikasi dengan perantara (technologi maupun non technologi).
Langkah-langkah proses komunikasi:
1. Komunikator memiliki gagasan atau
pesan/informasi yang ingin disampaikan kepada komunikan.
2. Komunikator membuat/menyusun sandi-sandi
(encoding) untuk menyatakan maksud dalam bentuk kata-kata ataupun lambang.
3. Perkataan dan lambang-lambang (pesan)
disalurkan melalui media.
4. Komunikan menguraikan/menafsirkan pesan
yang dikirimkan oleh komunikator.
5. Komunikan memberi tanggapan.
Dr. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, MA dalam
bukunya menerangkan apabila dua orang berkomunikasi dengan bahasa lisan maka
peristiwa yang pertama terjadi adalah peristiwa kejiwaan yang terjadi di otak
pembicara. Dia memikirkan apa yang harus dikomunikasikan kepada lawan
bicaranya. [4]
Setelah menemukan materi yang akan
dikomunikasikan maka dia mulai menentukan jenis kode yang akan digunakan,
apabila pilihan jatuh pada kode bunyi maka dia mulai merumuskan kode-kode bunyi
untuk materi tersebut. Peristiwa ini terjadi di otak pembicara.
Setelah kode bunyi dirumuskan, peristiwa
berikutnya yang akan terjadi adalah peristiwa penuturan bunyi demi bunyi yang
terjadi dengan pengeluaran udara dari paru-paru, kemudian membentuknya di pita
suara dan memfinalisasinya di makhraj. Peristiwa ini terjadi lewat organ bicara
manusia.
Bunyi-bunyi bahasa yang sudah diproduksi oleh
organ bicara si pembicara itu langsung menyatu dengan udara atau benda
pengantar bunyi lainnya (seperti air dan metal) dan berpindah ke semua penjuru.
Peristiwa ini terjadi lewat alam.
Bunyi yang sudah menyatu dengan udara atau
benda pengantar bunyi tersebut terpantul di telinga pendengar, lalu segera
dikirim ke otak. Peristiwa ini terjadi di telinga pendengar.
Setelah pesan sampai ke otak pendengar, pesan
tersebut ditafsirkan, kemudian seterusnya dirumuskan pula materi jawaban yang
akan disampaikan. Peristiwa ini terjadi di otak pendengar.
Dengan demikian, terdapat lima peristiwa dalam
satu proses komunikasi bahan lisan, seperti:
1. Peristiwa
Kejiwaan Pembicara
2. Peristiwa
Penuturan Bunyi
3. Peristiwa
Perpindahan Bunyi
4. Peristiwa
Penerimaan Bunyi
5. Peristiwa
Kejiwaan Pendengar Gambar Proses Komunikasi Lisan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar