Sabtu, 09 April 2016

MAKALAH 
PENGERTIANDAN DASAR-DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu Dr. Zainal Abidin, M. Ag


Disusun Oleh
KELOMPOK 1
Eko Widodo                           14116102
Santi Apriyani                         13101022
Zakia Nurhasanah                   14116642

KELAS B
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
2015



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga makalah tentang "Pengertian Dan Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Islam" ini dapat selesai. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan Bahasa Arab di program studi Pendidikan Bahasa Arab pada STAIN Jurai Siwo Metro. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Semoga Makalah ini dapat memberi manfaat kepada pembaca, serta menambah wawasan dan memperdalam keimanan kita kepada sang pencipta.
Wassalamualaikum Wr. Wb.









Metro, 05 Maret 2016
           
                            
        Kelompok 1



DAFTAR ISI
JUDUL.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang .......................................................................................  1
Rumusan Masalah................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam.............................................................. 2
B.  Dasar-Dasar Pendidikan Islam........................................................... 3
1.   Al-Qur’an (kalamullah).................................................................. 5
2.   Al-Sunnah ( Hadits)....................................................................... 5
3.   Ijtihad (Pemikiran Islam)................................................................ 6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 8
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Dasar Filosofis Pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan konsep Filsafat Pendidikan Islam itu sendiri, yang berasal dari sumber yang sama yakni al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah)Dari Kedua sumber itu kemudian timbul pemikiran-pemikiran tentang persoalan ke-Islaman dalam berbagai aspek, termasuk landasan dasar Pendidikan Islam. Dengan demikian hasil pemikiran para ‘Ulama seperti qiyash dan ijma’ sebagai hasil olah fikir sumber pokok tadi yakni al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah). Ajaran yang termuat dalam wahyu merupakan dasar dari landasan Pendidikan Islam yang berisi teori umutentang Pendidikan Islam, di bina atas dasar konsep ajaran Islam terutama dalam al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah). Oleh karena itu, di zaman modern seperti ini sudah banyak orang bahkan “umat muslim” sendiri sudah mulai meninggalkan konsep dasar dalam Pendidikan Islam yang berasas pada dua sumber primer yaitu, al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah) dan mulai mengiblat ke arah barat atau Eropa yang jelas-jelas di sana bukan Islam yang benar dipelajari justru mempelajari bagaimana menghancurkan Islam. Dan hadirnya makalah ini mudah-mudah sedikit banyaknya dapat merubah paradigma tersebut demi tercapainya Pendidikan Islam yang sebagaimana telah diaplikasikan dan diaktualisasikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Filsafat Pendidikan Islam.
2. Apa Saja Dasar-Dasar Pendidikan Islam.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam
           Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah.[1]Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia. Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab falsafah, yang berasal dari bahasa Yunani, Philosophia: philos berarti cinta, suka (loving), dan sophia yang berarti pengetahuan, hikmah (wisdom). Jadi, Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran.
           Pandangan para ahli mengenai filsafat pendidikan islam, menurut Zuhairini, dkk., filsafat pendidikan islam adalah studi tentang pandangan filosofis dari sistem dan aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana pengaruhnya terhadapa pertumbuhan dan perkembangan manusia muslim dan umat islam.[2]
           Menurut Thomas, filsafat berarti melihat seluruh masalah tanpa ada batas atau implikasinya. Maksudnya disini filsafat dipandang sebagai suatu bentuk pemikiran yang konsekuen, tanpa mengenal kompromi tentang hal-hal yang harus di ungkap secar menyeluruh dan bulat. Keseluruhan dan kebulatan masalah yang dipikirkan oleh filsafat itu tidak lain hanyalah untuk menemukan hakikat dari masalah itu. Sedang hakikat tidak dapat ditetapkan melalui kompromi. Filsafat mengkaji tentang hakikat segala sesuatu secara menyeluruh, sistematis, terpadu, universal, dan radikal, yang hasilnya menjadi pedman dan arah dari perkembangan ilmu-ilmu yang bersangkutan.
           Jadi, jelaslah filsafat pendidikan islam itu adalah filsafat yang memikirkan tentang masalah kependidikan islam. Oleh karena itu ada kaitan dengan pendidikan, filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dengan segala tingkat.[3] Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam secara singkat dapat dikatakan adalah filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau filsafat pendidikan yang dijiwai oleh ajaran Islam, jadi ia bukan filsafat yang bercorak liberal, bebas, tanpa batas etika sebagaimana dijumpai dalam pemikiran filsafat pada umumnya.
B.  Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Islam
           Landasan adalah sesuatu yang menjadi sandaran semua dasar dalam suatu bangunan, sedangkan dasar adalah fundamen yang menegakkan suatu bangunan, sehingga menjadi kuat dan kokoh dalam pengembangan pendidikan Islam. Dalam usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan harus mempunyai landasan yang tepat sebagai tempat berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu, pendidikan Islam sebagai suatu usaha dalam membentuk manusia dan peradabannya harus mempunyai landasan yang kuat ke mana semua kegiatan itu dihubungkan atau disandarkan. Baik sebagai sumber maupun dasar yang menjadi pedoman penerapan dan pengembangannya. Landasan itu terdiri dari al-Qur’an dan sunnah nabi Muhammad SAW yang dapat dikembangkan dengan, qaul sahabat, mashlahah al-mursalah, ‘urf , ijtihad dan sebagainya.[4] Dasar dan fundamen dari suatu bangunan adalah bagian dari bangunan yang menjadi sumber kekuatan dan keteguhan yang menjadikan tetap berdiri tegaknya bangunan itu. Dengan demikian, fungsi dari suatu landasan pendidikan Islam adalah di samping tegaknya suatu bangunan dalam dunia pendidikan Islam, juga agar bangunan itu tidak akan terombang-ambing oleh berbagai “persoalan” yang mempengaruhinya dan bahkan dia akan semakin kuat dan tegar di dalam menghadapinya.
Dasar filosofis pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai pendidikan Islam yang didasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli, khususnya para sahabat nabi SAW sebagai sumber sekunder. Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan filsafat Islam adalah filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau filsafat pendidikan yang dijiwai oleh ajaran Islam.[5] Dasar-dasar pendidikan Islam secara prinsipil diletakkan pada dasar-dasar ajaran Islam dan seluruh perangkat kebudayaannya. Dasar-dasarpembentukan dan pengembangan pendidikan Islam yang pertama dan utama tentu saja al-Qur’an dan sunnah. Al-Qur’an misalnya memberikan prinsip penghormatan kepada akal, bimbingan ilmiah, tidak menentang fitrah manusiadan memelihara kebutuhan sosial yang hal ini sangat penting bagi pendidikan.
Dasar pendidikan Islam selanjutnya adalah nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah atas prinsipmendatangkan kemashlahatan dan menjauhkan kemudharatan bagi manusia.Kemudian warisan pemikiran para ulama dan cendekiawan muslim yang merupakan dasar penting dalam pendidikan Islam. Di samping itu, di bagianlain Azyumardi Azra juga mengemukakan mengenai sumber dan dasarpendidikan Islam adalah al-Qur’an dan as-sunnah serta nilai-nilai, norma dantradisi sosial yang memberi corak keislaman dan dapat mengikuti perkembangannya.
Pendidikan Islam berpangkal dari ajaran Ilahiyah, maka tentu harusbersumber dari kebenaran dan kebesaran Ilahi. Bagi kita sumber kebenaranIlahi telah diperkenalkan kepada manusia melalui para nabi berupa kitab suci. Dari empat kitab suci yang pernah diturunkan sebagai petunjuk umat manusia, maka sejak kehadiran Rasulullah SAW. di muka bumi ini satu yang harus ditegak kokohkan yakni al-Qur’an. Di samping itu ketetapan-ketetapan Rasul SAW juga merupakan sumber utama pendidikan Islam.
Pada dasarnya bangunan syari’at dan moralitas Islam itu mempunyai
dua sumber pokok yaitu al-Qur’an al-Karim dan sunnah Nabi SAW.[6] Al-Qur’anadalah kitabullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad bin Abdillah, dengan bahasa Arab yang jelas dan fasih yang secara kronologis diturunkan dalam rentangan waktu kurang lebih 23 tahun, yang memiliki nilai-nilai ibadah. Serta sumber Islam yang kedua adalah al-Sunnah sebagai landasan berfikir dan syari’at terdiri dari segala sesuatu yang berasal dari Rasul saw.
1. Al-Qur’an (kalamullah)
Al-Qur’an sebagai kalamullah yang mencakup segala aspekpersoalan kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan pencipta-Nya,sesama manusia dan alam semesta yang merupakan persoalan mendasardalam setiap kehidupan manusia. Al-Qur’an memiliki gagasan mendasaryang amat luas dalam berbagai bidang kehidupan manusia yang semuanyadapat dan harus dijadikan sebagai landasan dasar utama dalampengembangan Pendidikan Islam. Kedudukan al-Qur’an dalam kerangka Pendidikan Islam bukan saja sebagai dasar bahkan menjadi sumber yang sangat berharga untuk terus digali, dipahami dan diambil intisarinya untuk senantiasa diaktualisasikan dalam hidup dan kehidupan manusia.
2. Hadits (as-sunnah)
Al-Sunnah bermakna seluruh sikap, perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW dalam menerapkan ajaran Islam serta mengembangkan kehidupan umat manusia yang benar-benar membawa kepada kerahmatan bagi semua alam, termasuk manusia dalam mengaktualisasikan diri dan kehidupannya secara utuh dan bertanggung jawab bagi keselamatan dalam kehidupannya. Kedudukan al-Sunnah dalam kehidupan dan pemikiranIslam sangat penting, karena di samping memperkuat dan memperjelas berbagai persoalan dalam al-Qur’an, juga banyak memberikan dasar pemikiran yang lebih kongkret mengenai penerapan berbagai aktivitasyang mesti dikembangkan dalam kerangka hidup dan kehidupan umatmanusia.


3. Ijtihad (Pemikiran Islam)
Pemikiran Islam yakni penggunaan akal budi manusia dalamrangka memberikan makna dan aktualisasi terhadap berbagai ajaran Islam yang disesuaikan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zamanyang muncul dalam kehidupan umat manusia dalam berbagai bentuk persoalan untuk dicarikan solusinya yang diharapkan sesuai dengan ajaran Islam.
Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa landasan dasar filosofis pendidikan  Islam adalah suatu dasar, landasan yang menjadi sumber dibangun dan dikembangkannya pendidikan Islam baik secara filosofis, maupun teoritis danempiris dalam dunia pendidikan Islam. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pemikiran mengenai landasan yang menjadi sumber dasar pendidikan Islam adalah al-Qur’an dan al-Sunnah yang menjadi sumber primer lalu pemikiran Islam yang menjadi cabang (furu’) dari pengembangan dua sumber primer tadi.


BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpilan
Islam sesungguhnya telah memiliki konsep dasar filosofis Pendidikan Islam yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yaitu berupa al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (al-Sunnah). Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah SWT sesungguhnya telah mengajarkan kepada Rasul bagaimana cara mendidik dan mengajarkan para sahabatnya dan kaum muslimin tentang Islam yang benar pada waktu itu yaitu dengan berpedoman kepada al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (al-Sunnah) tersebut. Karena dengan berlandaskan dua landasan primer tersebut konsep Pendidikan Islam akan memiliki arah yang jelas sebagaimana yang telah tertuang dalam penjelasan-penjelasan para ulama yaitu, untuk menyucikan diri-diri umat manusia dari syirk dan akhlak yang buruk, lalu mengajarkan mereka dengan al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (al-Sunnah).Hal ini selaras dengan hadits nabi SAW yaitu,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرِيْنِ , لَنْ تَضِلّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَبَا اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Artinya: “Aku tinggalkan buat kalian dua hal, yang kalian pegang teguh kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rosul-Nya’’ ( HR. Imam Malik)


DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Muzayyin, 2012,  Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet.6)
Nata , Abuddin, 1997,  Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu)
Nizar, Samsul, 2012,  Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta: Ciputut PERS )
Zuhairini, dkk. 2012, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara)



[1]Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet.6, 2012), h. 3. 
[2] Zuhairini, dkk. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h. 128.
[3] Muzayyin Arifin, Op.Cit., h. 5.
[4]Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta: Ciputut PERS , 2002), h. 34.
[5]Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997), h. 30-31.

[6]Ibid. h. 35.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar