MAKALAH
PENGERTIANDAN DASAR-DASAR FILSAFAT
PENDIDIKAN ISLAM
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu Dr. Zainal Abidin, M.
Ag
Disusun Oleh
KELOMPOK 1
Eko
Widodo 14116102
Santi Apriyani 13101022
Zakia
Nurhasanah 14116642
KELAS B
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
2015
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan
nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga
makalah tentang "Pengertian
Dan Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Islam" ini dapat selesai. Kemudian shalawat beserta
salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan
pedoman hidup yakni al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan Bahasa Arab di program studi Pendidikan Bahasa Arab pada STAIN
Jurai Siwo Metro. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih
terdapat berbagai kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca.
Semoga Makalah ini dapat memberi manfaat kepada
pembaca, serta menambah wawasan dan memperdalam keimanan kita kepada sang
pencipta.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Metro, 05 Maret 2016
Kelompok
1
DAFTAR ISI
JUDUL....................................................................................................
i
KATA PENGANTAR............................................................................
ii
DAFTAR ISI..........................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ....................................................................................... 1
Rumusan Masalah...................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam..............................................................
2
B. Dasar-Dasar Pendidikan Islam...........................................................
3
1. Al-Qur’an (kalamullah)..................................................................
5
2.
Al-Sunnah ( Hadits).......................................................................
5
3.
Ijtihad (Pemikiran Islam)................................................................
6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................
7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
8
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Dasar
Filosofis Pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan konsep Filsafat Pendidikan Islam itu
sendiri, yang berasal dari sumber yang sama yakni al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah). Dari Kedua sumber itu kemudian timbul pemikiran-pemikiran tentang persoalan ke-Islaman dalam berbagai aspek, termasuk landasan dasar Pendidikan Islam. Dengan demikian hasil pemikiran para ‘Ulama seperti qiyash dan ijma’ sebagai hasil olah fikir sumber pokok tadi yakni al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah). Ajaran yang termuat dalam wahyu merupakan dasar dari landasan Pendidikan
Islam yang berisi teori umum tentang Pendidikan Islam, di bina atas dasar konsep ajaran Islam terutama dalam al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah). Oleh karena itu, di zaman modern seperti ini sudah
banyak orang bahkan “umat muslim” sendiri sudah mulai meninggalkan konsep dasar
dalam Pendidikan Islam yang berasas pada dua sumber primer yaitu, al-Qur’an dan
al-Hadits (al-Sunnah) dan mulai mengiblat ke arah barat atau Eropa yang
jelas-jelas di sana bukan Islam yang benar dipelajari justru mempelajari
bagaimana menghancurkan Islam. Dan hadirnya makalah ini mudah-mudah sedikit
banyaknya dapat merubah paradigma tersebut demi tercapainya Pendidikan Islam
yang sebagaimana telah diaplikasikan dan diaktualisasikan oleh Nabi Muhammad
SAW kepada para sahabatnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
Pengertian Filsafat Pendidikan Islam.
2. Apa Saja
Dasar-Dasar Pendidikan Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam
Secara
harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata
Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta
cinta terhadap ilmu atau hikmah.[1]Terhadap
pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah
itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya,
memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat
sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan
pengalaman-pengalaman manusia. Selain itu terdapat pula teori lain yang
mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab falsafah, yang berasal dari
bahasa Yunani, Philosophia: philos berarti cinta, suka (loving), dan sophia
yang berarti pengetahuan, hikmah (wisdom). Jadi, Philosophia berarti cinta
kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran.
Pandangan
para ahli mengenai filsafat pendidikan islam, menurut Zuhairini, dkk., filsafat
pendidikan islam adalah studi tentang pandangan filosofis dari sistem dan
aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana
pengaruhnya terhadapa pertumbuhan dan perkembangan manusia muslim dan umat
islam.[2]
Menurut
Thomas, filsafat berarti melihat seluruh masalah tanpa ada batas atau
implikasinya. Maksudnya disini filsafat dipandang sebagai suatu bentuk
pemikiran yang konsekuen, tanpa mengenal kompromi tentang hal-hal yang harus di
ungkap secar menyeluruh dan bulat. Keseluruhan dan kebulatan masalah yang
dipikirkan oleh filsafat itu tidak lain hanyalah untuk menemukan hakikat dari
masalah itu. Sedang hakikat tidak dapat ditetapkan melalui kompromi. Filsafat
mengkaji tentang hakikat segala sesuatu secara menyeluruh, sistematis, terpadu,
universal, dan radikal, yang hasilnya menjadi pedman dan arah dari perkembangan
ilmu-ilmu yang bersangkutan.
Jadi,
jelaslah filsafat pendidikan islam itu adalah filsafat yang memikirkan tentang
masalah kependidikan islam. Oleh karena itu ada kaitan dengan pendidikan,
filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dengan segala tingkat.[3] Dengan
demikian, filsafat pendidikan Islam secara singkat dapat dikatakan adalah
filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau filsafat pendidikan yang
dijiwai oleh ajaran Islam, jadi ia bukan filsafat yang bercorak liberal, bebas,
tanpa batas etika sebagaimana dijumpai dalam pemikiran filsafat pada umumnya.
B.
Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Islam
Landasan adalah sesuatu yang menjadi
sandaran semua dasar dalam suatu bangunan, sedangkan dasar adalah fundamen yang
menegakkan suatu bangunan, sehingga menjadi kuat dan kokoh dalam pengembangan
pendidikan Islam. Dalam usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk
mencapai suatu tujuan harus mempunyai landasan yang tepat sebagai tempat
berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu, pendidikan Islam sebagai suatu
usaha dalam membentuk manusia dan peradabannya harus mempunyai landasan yang
kuat ke mana semua kegiatan itu dihubungkan atau disandarkan. Baik sebagai
sumber maupun dasar yang menjadi pedoman penerapan dan pengembangannya.
Landasan itu terdiri dari al-Qur’an dan sunnah nabi Muhammad SAW yang dapat
dikembangkan dengan, qaul sahabat, mashlahah al-mursalah, ‘urf ,
ijtihad dan sebagainya.[4] Dasar
dan fundamen dari suatu bangunan adalah bagian dari bangunan yang menjadi
sumber kekuatan dan keteguhan yang menjadikan tetap berdiri tegaknya bangunan
itu. Dengan demikian, fungsi dari suatu landasan pendidikan Islam adalah di
samping tegaknya suatu bangunan dalam dunia pendidikan Islam, juga agar
bangunan itu tidak akan terombang-ambing oleh berbagai “persoalan” yang
mempengaruhinya dan bahkan dia akan semakin kuat dan tegar di dalam
menghadapinya.
Dasar
filosofis pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai pendidikan Islam
yang didasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber primer, dan pendapat
para ahli, khususnya para sahabat nabi SAW sebagai sumber sekunder. Dengan demikian secara singkat dapat
dikatakan filsafat Islam adalah filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam
atau filsafat pendidikan yang dijiwai oleh ajaran Islam.[5] Dasar-dasar
pendidikan Islam secara prinsipil diletakkan pada dasar-dasar ajaran Islam dan
seluruh perangkat kebudayaannya. Dasar-dasarpembentukan dan pengembangan
pendidikan Islam yang pertama dan utama tentu saja al-Qur’an dan sunnah.
Al-Qur’an misalnya memberikan prinsip penghormatan
kepada akal, bimbingan ilmiah, tidak menentang fitrah manusiadan memelihara
kebutuhan sosial yang hal ini sangat penting bagi pendidikan.
Dasar
pendidikan Islam selanjutnya adalah nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang
tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah atas prinsipmendatangkan
kemashlahatan dan menjauhkan kemudharatan bagi manusia.Kemudian warisan
pemikiran para ulama dan cendekiawan muslim yang merupakan dasar penting dalam pendidikan
Islam. Di samping itu, di bagianlain Azyumardi Azra juga mengemukakan
mengenai sumber dan dasarpendidikan Islam adalah al-Qur’an dan as-sunnah serta
nilai-nilai, norma dantradisi sosial yang memberi corak keislaman dan dapat
mengikuti perkembangannya.
Pendidikan
Islam berpangkal dari ajaran Ilahiyah, maka tentu harusbersumber dari kebenaran
dan kebesaran Ilahi. Bagi kita sumber kebenaranIlahi telah diperkenalkan kepada
manusia melalui para nabi berupa kitab suci. Dari empat kitab suci yang pernah
diturunkan sebagai petunjuk umat manusia, maka sejak kehadiran Rasulullah SAW.
di muka bumi ini satu yang harus ditegak kokohkan yakni al-Qur’an. Di samping
itu ketetapan-ketetapan Rasul SAW juga merupakan sumber utama pendidikan Islam.
Pada
dasarnya bangunan syari’at dan moralitas Islam itu mempunyai
dua sumber pokok yaitu al-Qur’an al-Karim dan sunnah Nabi
SAW.[6] Al-Qur’anadalah kitabullah yang
diturunkan kepada nabi Muhammad bin Abdillah, dengan bahasa Arab yang jelas dan
fasih yang secara kronologis diturunkan dalam rentangan waktu kurang lebih 23
tahun, yang memiliki nilai-nilai ibadah. Serta sumber Islam yang kedua adalah
al-Sunnah sebagai landasan berfikir dan syari’at terdiri dari segala sesuatu
yang berasal dari Rasul saw.
1. Al-Qur’an (kalamullah)
Al-Qur’an
sebagai kalamullah yang mencakup segala aspekpersoalan kehidupan manusia dalam
berinteraksi dengan pencipta-Nya,sesama manusia dan alam semesta yang merupakan
persoalan mendasardalam setiap kehidupan manusia. Al-Qur’an memiliki gagasan
mendasaryang amat luas dalam berbagai bidang kehidupan manusia yang
semuanyadapat dan harus dijadikan sebagai landasan dasar utama
dalampengembangan Pendidikan Islam. Kedudukan al-Qur’an dalam kerangka Pendidikan
Islam bukan saja sebagai dasar bahkan menjadi sumber yang sangat berharga untuk
terus digali, dipahami dan diambil intisarinya untuk senantiasa
diaktualisasikan dalam hidup dan kehidupan manusia.
2. Hadits (as-sunnah)
Al-Sunnah
bermakna seluruh sikap, perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW dalam menerapkan
ajaran Islam serta mengembangkan kehidupan umat manusia yang benar-benar
membawa kepada kerahmatan bagi semua alam, termasuk manusia dalam
mengaktualisasikan diri dan kehidupannya secara utuh dan bertanggung jawab bagi
keselamatan dalam kehidupannya. Kedudukan al-Sunnah dalam kehidupan dan
pemikiranIslam sangat penting, karena di samping memperkuat dan memperjelas berbagai
persoalan dalam al-Qur’an, juga banyak memberikan dasar pemikiran yang lebih
kongkret mengenai penerapan berbagai aktivitasyang mesti dikembangkan dalam
kerangka hidup dan kehidupan umatmanusia.
3. Ijtihad (Pemikiran Islam)
Pemikiran
Islam yakni penggunaan akal budi manusia dalamrangka memberikan makna dan
aktualisasi terhadap berbagai ajaran Islam yang disesuaikan dengan tuntutan
masyarakat dan perkembangan zamanyang muncul dalam kehidupan umat manusia dalam
berbagai bentuk persoalan untuk dicarikan solusinya yang diharapkan sesuai
dengan ajaran Islam.
Dari uraian
di atas, dapat dipahami bahwa landasan dasar filosofis pendidikan Islam adalah suatu dasar, landasan yang
menjadi sumber dibangun dan dikembangkannya pendidikan Islam baik secara
filosofis, maupun teoritis danempiris dalam dunia pendidikan Islam. Dengan
demikian dapat dinyatakan bahwa pemikiran mengenai landasan yang menjadi sumber
dasar pendidikan Islam adalah al-Qur’an dan al-Sunnah yang menjadi sumber
primer lalu pemikiran Islam yang menjadi cabang (furu’) dari
pengembangan dua sumber primer tadi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpilan
Islam
sesungguhnya telah memiliki konsep dasar filosofis Pendidikan Islam yang
dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yaitu berupa al-Kitab (al-Qur’an) dan
al-Hikmah (al-Sunnah). Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah SWT
sesungguhnya telah mengajarkan kepada Rasul bagaimana cara mendidik dan
mengajarkan para sahabatnya dan kaum muslimin tentang Islam yang benar pada
waktu itu yaitu dengan berpedoman kepada al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah
(al-Sunnah) tersebut. Karena dengan berlandaskan dua landasan primer tersebut
konsep Pendidikan Islam akan memiliki arah yang jelas sebagaimana yang telah
tertuang dalam penjelasan-penjelasan para ulama yaitu, untuk menyucikan
diri-diri umat manusia dari syirk dan akhlak yang buruk, lalu mengajarkan
mereka dengan al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (al-Sunnah).Hal ini selaras
dengan hadits nabi SAW yaitu,
تَرَكْتُ
فِيْكُمْ أَمْرِيْنِ , لَنْ تَضِلّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَبَا اللهِ
وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Artinya: “Aku
tinggalkan buat kalian dua hal, yang kalian pegang teguh kepada keduanya,
niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah
Rosul-Nya’’ ( HR. Imam Malik)
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Muzayyin, 2012, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta:
PT Bumi Aksara, Cet.6)
Nata , Abuddin, 1997, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta:
Logos Wacana Ilmu)
Nizar, Samsul, 2012, Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta:
Ciputut PERS )
Zuhairini, dkk. 2012, Filsafat Pendidikan
Islam, (Jakarta: Bumi Aksara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar